Tugas Mandiri II ilmu ekonomi dan bisnis

Tugas Mandiri Pengantar ilmu ekonomi dan bisnis

Nama : Marhadilla Samosir

Jurusan : S1 Sistem Informasi Perpajakan

Kelas : Eksekutif 

Disini saya akan membahas tentang perekonomian indonesia di tahun 2020.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2020 Berpotensi Meningkat


Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memprediksikan ekonomi Indonesia di 2020 berpotensi meningkat.

Namun peningkatan tersebut baru dapat dicapai kalau pemerintah mampu mengantisipasi dan mengatasi berbagai faktor yang berpotensi muncul dan faktor-faktor yang masih menghambat pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 gagal melebihi atau bahkan menyamai pertumbuhan ekonomi di 2018. Pertumbuhan ekonomi 2019 berada di angka 5,02 persen lebih rendah dari di 2018 yang mencapai 5,17 persen.

Peneliti CIPS, Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, pemerintah perlu tetap waspada dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di 2020. Kondisi yang dialami Indonesia pada tahun lalu sejalan dengan dinamika perekonomian global.

"Sepanjang tahun lalu, perlambatan ekonomi di tataran global dipicu oleh beberapa hal seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China, menurunnya aktivitas manufaktur antarnegara, kondisi geopolitik dan meningkatnya ketegangan kawasan yang memberikan ketidakpastian pada pelaku bisnis dan investor seperti di Benua Eropa karena Brexit dan demonstrasi di Hong Kong," ucap Pingkan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2020).

Namun demikian, Pingkan melanjutkan, tengah ketidakpastian global tersebut, Indonesia masih terbilang aman walaupun terjadi penurunan pada pertumbuhan ekonomi secara nasional secara year-on-year (yoy).

Hal ini ditunjukkan dengan posisi Indonesia dalam lingkup G-20. Pada tahun 2019, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam aspek pertumbuhan ekonomi, terpaut oleh China di posisi pertama dengan pertumbuhan yang mencapai 6,1 persen.

India, Korea Selatan dan Amerika Serikat menyusul di bawah Indonesia pada posisi ketiga sampai kelima dengan mencatatkan pertumbuhan 4,7 persen, 2,2 persen dan 2,1 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di 2020 berpeluang untuk meningkat. Namun pemerintah harus tetap waspada dan bergerak cepat mengatasi setiap kondisi yang berpeluang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Sumber : (https://amp.kompas.com/money/read/2020/02/07/205337126/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-di-2020-berpotensi-meningkat )


Adapun Menurut sumber :

(https://m.bisnis.com/amp/read/20200120/9/1192069/pertumbuhan-ekonomi-2020-diperkirakan-hanya-507-persen )

Pertumbuhan Ekonomi 2020 Diperkirakan Hanya 5,07 Persen

Survei Indikator Makro Ekonomi Kuartal IV/2019 yang dikeluarkan Bank Indonesia mengindikasikan, pada tahun ini ekonomi Indonesia akan naik dari 5,04% menjadi 5,07% (yoy).

Secara teperinci, dalam Survei Indikator Makro Ekonomi tersebut, pada 2020 ini responden masih optimis perekonomian Indonesia akan semakin membaik. PDB tahun 2020 diprakirakan akan tumbuh 5,07% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan prakiraan pertumbuhan tahun 2019 sebesar 5,04%.

“Responden memprakirakan bahwa peningkatan kinerja perekonomian pada tahun 2020 dipengaruhi oleh membaiknya perekonomian dunia dan meningkatnya investasi nasional baik yang bersumber dari PMDN maupun PMA,” jelas Bank Indonesia dikutip dari laporan, Senin (20/1/2020).

Adapun responden memiliki optimisme yang cukup tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia tahun 2020, yang diindikasikan dengan 81,6% responden memprakirakan ekonomi pada 2020 akan tumbuh di antara rentang 5,00%-5,24%.

Secara lebih teperinci, prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diprakirakan berasal dari optimisme sebanyak 81,6% responden dengan prediksi 5,07% (yoy). Angka ini lebih kecil dari total 97,4% responden yang memprakirakan pertumbuhan PDB pada 2019 berkisar antara 5,00%-5,24% (yoy) dengan rata-rata 5,04% (yoy).

Terkait dengan inflasi secara keseluruhan pada 2020 diprakirakan sebesar 3,01% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi 2019 sebesar 2,72%. Realisasi 2019 tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi tahun 2019 sebesar 3,5%±1%. Totalnya, sebanyak 100,0% responden yang memprakirakan inflasi tahun 2020 masih akan berada di bawah atau sama dengan 3,5%

Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun 2020 diprakirakan akan melemah pada Rp14.126 per US$ dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 sebesar Rp14.070 per dolar AS.

Terkait dengan nilai tukar rupiah, ada sebanyak 42,1% responden memprakirakan nilai tukar rupiah tahun 2020 akan berada pada kisaran Rp14.001-Rp14.250 per dolar AS. Responden memprakirakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tersebut antara lain dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.




Komentar